Kangen Banget sama Keluarga, Alessandra Usman Cabut dari AS

Judi Bola Online Terpercaya Kebetulan juga, cerita film yang ditawarkan kepadanya tersebut berhasil menyentuh hatinya. Dia menyatakan, film berjudul I Am Hope itu merupakan kelanjutan dari gerakan untuk mendukung para penderita kanker yang diusung Wulan Guritno. Gerakan tersebut cukup mencuri perhatian Sandra yang sudah terbiasa dengan beragam aktivitas sosial. Saat membaca ceritanya, dia langsung suka dan mengiyakan. ’’Aku langsung datang untuk screen test . Tidak lama, aku diberi tahu lolos jadi pemeran dalam film itu. Senang sekali. Ini penampilan perdana aku di dunia entertainment ,’’ katanya. Namun, bayangannya sempat buyar karena pekerjaan yang sedang dijalaninya saat itu. Kala itu dia baru saja bekerja selama tiga bulan di sebuah perusahaan. Sebagai karyawan baru, mendapat privilege merupakan kesempatan yang luar biasa. ’’Alhamdulillah bosku baik. Sebelumnya, aku sempat bilang akan terlibat proyek film. Dia bilang iya dan sekarang aku diberi cuti sebulan untuk menyelesaikan film tersebut,’’ ujarnya dengan nada riang. Tidak punya modal akting sempat membuat dia khawatir. Apalagi, lawan-lawan mainnya merupakan bintang film senior. Tetapi, para senior yang sebelumnya ditakutinya cukup banyak membantu. Sebut saja, Tio Pakusadewo, Fachry Albar, dan aktris Tatjana Saphira. ’’Mas Dilla (sutradara Adilla Dimitri, Red) juga baik. Dia bantu banget. Ada acting coach juga. Sekarang aku involved sama orang-orang profesional, bisa belajar banyak,’’ tutur alumnus Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) itu. Dalam film yang rencananya rilis awal tahun depan tersebut, dia berperan sebagai Maia. Maia adalah kakak penderita kanker. Maia merupakan harapan adiknya untuk tetap hidup. Bagi Sandra yang tidak pernah mempunyai pengalaman menghadapi anggota keluarga yang menderita kanker, peran itu cukup sulit. Dia pun melakukan banyak riset. < prev 1 2 3 next > 0 share 0 tweet 0 +1

Sumber: JPNN